ANALISIS PENGETAHUAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DAN PERILAKU SEKS SEHAT

Abstrak

Kasus HIV/AIDS di Indonesia secara kumulatif terus meningkat khususnya di kota Banjarmasin yaitu sebesar 68 kasus HIV dan 121 kasus AIDS yang diantaranya adalah 1 kasus HIV dan 2 kasus AIDS terjadi pada sopir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan Infeksi Menular Seksual (IMS) dan perilaku seks sehat pada sopir bus antar provinsi terhadap kewaspadaan dini penularan HIV/AIDS di Terminal Induk Km. 6 Banjarmasin, sehingga dapat menekan angka kejadian HIV/AIDS pada kelompok berisiko. Metode penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional Populasi penelitian adalah semua sopir bus antar provinsi di Terminal Induk Km. 6 Banjarmasin dengan jumlah sampel 122 orang dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berumur ≥40 tahun (51,6%), berpendidikan terakhir SMA/Sederajat (41,8%), sudah menikah (83,6%), lama kerja <11tahun dan ≥11 tahun (50%) serta berasal dari Kalimantan Selatan (73,8%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ada hubungan antara pengetahuan IMS pada sopir bus antar provinsi dengan kewaspadaan dini penularan HIV/AIDS (p-value = 0,013), serta ada hubungan antara perilaku seks sehat pada sopir bus antar provinsi dengan kewaspadaan dini penularan HIV/AIDS (p-value = 0,000).

Kata-kata kunci: infeksi menular seksual, perilaku seks sehat, HIV/AIDS, sopir bus.

Nama : Helda Febriani
NIM : I1A110 023
https://drive.google.com/file/d/0B0nKcOSM59WbaENYQ0doaUlvOVk/edit?usp=sharing

Read More | komentar

HUBUNGAN KECUKUPAN KONSUMSI GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI ANAK AUTIS DI SLB NEGERI PELAMBUAN BANJARMASIN

Abstrak
 
Autis merupakan kumpulan sindrom akibat kerusakan syaraf yang diketahui dari gejala yang ditunjukkan dengan adanya penyimpangan perkembangan. Tingkat kecukupan gizi akan berpengaruh terhadap status gizi anak autis. Waktu yang dihabiskan melakukan aktivitas berat pada anak autis lebih rendah dibandingkan anak baik, sehingga cenderung melakukan aktivitas menetap. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kecukupan konsumsi gizi dan aktivitas fisik dengan status gizi anak autis di SLB Negeri Pelambuan Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua anak autis di SLB Negeri Pelambuan Banjarmasin dengan jumlah sampel 23 anak autis dengan kriteria inklusi. Data penelitian didapatkan dengan pengukuran tinggi badan dan berat badan, food recall 3x24 jam dan kuesioner aktivitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mempunyai status gizi baik (60,9%), kecukupan konsumsi energi tidak baik (65,2%), kecukupan konsumsi karbohidrat baik (56,5%), kecukupan konsumsi protein baik (60,9%), kecukupan konsumsi lemak tidak baik (60,9%) dan aktivitas fisik tinggi (52,2%). Berdasarkan uji fisher exact terdapat hubungan yang bermakna antara kecukupan konsumsi energi (p-value = 0,023), lemak (p-value = 0,003) dan aktivitas fisik (p-value = 0,036) dengan status gizi, tetapi tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kecukupan konsumsi karbohidrat (p-value = 0,068) dan protein (p-value = 0,162) dengan status gizi. Ada hubungan kecukupan konsumsi energi, lemak dan aktivitas fisik dengan status gizi, tetapi tidak ada hubungan kecukupan konsumsi karbohidrat dan protein dengan status gizi.

Kata-kata kunci: autis, kecukupan konsumsi gizi, aktivitas fisik, status gizi.

Nama : Ayu Wulan Puspitawati
NIM : I1A110 022
https://drive.google.com/file/d/0B0nKcOSM59WbcC1sb0w0Q3dJeWs/edit?usp=sharing

Read More | komentar

FAKTOR RISIKO KEJADIAN ANEMIA PADA PETANI DI DESA PULAU DAMAR KECAMATAN BANJANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Tinjauan terhadap Frekuensi Penggunaan Pestisida, Lama Kerja dan Tingkat Pendidikan pada Petani Laki-Laki

Abstrak

Anemia merupakan salah satu efek kronis akibat keracunan pestisida. Kontaminasi pestisida secara langsung dapat menyebabkan keracunan dan gangguan kesehatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kejadian anemia dengan faktor-faktor terkait penggunaan pestisida pada petani laki-laki di Desa Pulau Damar Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dan jumlah sampel sebanyak 22 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar isian, pengukuran antropometri dan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) darah. Analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji fisher’s exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani yang mengalami anemia sebesar 9,1%, frekuensi penggunaan pestisida dengan kategori baik sebesar 59,1%, lama kerja petani pengguna pestisida dengan kategori baru sebesar 54,5% dan tingkat pendidikan petani pengguna pestisida dengan kategori pendidikan dasar sebesar 72,7%. Berdasarkan analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara frekuensi, lama kerja, dan tingkat pendidikan petani pengguna pestisida dengan kejadian anemia (p > 0,05). Disimpulkan bahwa kejadian anemia pada petani di Desa Pulau Damar Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara tidak berhubungan dengan frekuensi, lama kerja, dan tingkat pendidikan dalam menggunakan pestisida.

Kata-kata kunci: kejadian anemia, frekuensi penggunaan pestisida, lama kerja, tingkat pendidikan, petani laki-laki

Nama : Lidya Novianti
NIM : I1A110 005
https://drive.google.com/file/d/0B0nKcOSM59WbdzVjM3RzSnBQb1E/edit?usp=sharing

Read More | komentar
 
Our Network : PSKM UNLAM | Digital Library | FK UNLAM | UNLAM | Copyright © 2013. RISET KESMAS UNLAM - All Rights Reserved